Kamis, 08 Agustus 2013

Catatan Yang Tertinggal selama 40 Senja (6)

>>Senja ke-11, Senin Saya
    23.26 , 3 Juni 2013

     Pintu kamar saya sangad sangad susah dibuka. Entah apanya yang rusak. Ditarikpun kadang masih tak bisa terbuka. Sudah jam 11 lewat, hampir tengah malam. Saya masih di luar kamar, di ruang tengah bersama beberapa teman peserta daurah lainnya. Melakukan aktifitas yang sama. Menghafal meskipun sudah lama lewat dari waktu yang ditentukan. Karna sekarang waktunya istirahat.

     Di tengah suasana yang sepi karena memang di-sepi-kan (jangan sampai ketahuan belum tidur) dibuka paksa oleh seseorang dari dalam. Sayang, yang terlihat lebih seperti gagang pintu yang bergerakgerak tanpa ada tandatanda pintu akan terbuka juga.
     Semakin lama. 'Si pemaksa' tak jua menyerah memaksa pintu agar biar terbuka, ingin keluar. Sampai beberapa detik berlalu. Gagang pintunya masih saja bergerakgerak tanpa terbuka, tidak juga sekedar menyenangkan 'si Pemaksa' se-enggaknya.
     Dalam fikir saya: "Cuma Allah yang tau kapan pintu itu terbuka" Entah sampai kapan, dan entah saking apanya sampaisampai saya pun putus asa bahwa pintu itu tak akan terbuka untuk orang yang sedang berusaha di dalam itu. Kami yang di luar jadi tersita juga karna suarasuara gagang pintunya. Kami juga penasaran. Siapakah 'si Pemaksa' yang gigih itu? Masih tidak menyerah juga, gagang pintu itu semakin tampak lebih dipaksa. Ya Allah.. Ada  apa itu? Dan semua pandangan terdiam ke arah pintu kamar saya yang malang itu. Lantunan ayatayat merdu tadi (meskipun bisikbisik masih merdu^^) sudah berhenti bermenitmenit lalunya.
     Mungkin semua yang di ruangan ini pun sudah berfikir seperti yang saya fikir dalam hati mereka masingmasing. "Cuma Allah yang tau kapan pintu itu terbuka"
     "Yah, cuma Allah.." Kata saya lagi.
   
     Dan..
     "BRAAKKK!!!!!!" Pintu terbuka!!
     Si Pemaksa keluar. Gak pake seyum. Memandangi kami satu persatu. Hanya untuk bertanya: "Belum pada mau tidur?" Katanya dengan suara yang hampir tidak jelas.

Wajah Nusaibah yang kesel tapi bengong habis terbangun dari tidur. Te-e.
:D:D:D
Segitu bermujahadahnya dia di balik pintu tadi hanya untuk sebuah kalimat tanya singkat yang tak dijawab selain dengan gelak tawa dari seisi ruangan. Ahaha..

1 komentar:

Nusaibaherwin mengatakan...

Hahahaha... deehh makkalaa maa