Senin, 06 Januari 2014

Genangan dari Sebuah Pilihan

Di tengah malam yang pekat,
Di sudut kamarku yang sudah lama sepi..


Kita memang bukan malaikat yang selalu mulia.
Kau dan aku sama-sama punya setumpuk kesalahan, termasuk kesalahan masa lalu atau kapanpun itu.
Pertengkaran kecil juga  bahkan sudah menjadi kebiasaan. Tapi bagiku, selalu ada senyum lagi setelah itu. Menertawakan konyolnya kita, selalu menjadi pilihan di tiap akhir episode yang sempat buram.

Dan kau tau,
Bisa tersenyum di tiap akhir episode adalah sebuah kesyukuran. Maafmu yang selalu ada, melapangkan dada atas apa yang sudah kulakukan selalu menjadi kebiasaanmu.
Saat kita sudah memulai perdebatan, saling melempar kalimat yang diluar kesadaran, dan hati kita seakan menyempit, maka maaf adalah penawar. 
Maka maaf pengakhir segalanya. Maka beruntunglah jika hati kita masih lebih luas dari lautan.

Saat kata-kata maaf seketika seperti hujan, yang jatuh begitu saja di permukaan.
Tidak tau, apa yang membuatku sebegitu bahagianya,
Bahkan sampai merasa beruntung sekali bisa merasakan banyak hal dalam hidup ini, termasuk sebuah pertengkaran-pertengkaran yang tak pernah kufahami awal mulanya.

Maaf untuk setiap kata dariku,
Juga terima kasih sudah menjadi pemeran pada episode-episode ini,
Mengajariku banyak hal tentang sebuah ‘pilihan’



Tidak ada komentar: