Tampilkan postingan dengan label mungkin SAJak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mungkin SAJak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Januari 2016

Corridor

Karena kita manusia sedang berderet dalam antrian menuju satu pintu yang pasti.. itulah kematian.
Maka lapangkanlah dada2 itu kawan.
Kita tak tau kapan

Sabtu, 02 Januari 2016

Began to Fly

Sepasang sayap belia mengepak bebas diantara awan
Terkadang menebas hujan atau sekawan angin sore
Atau di suatu pagi

Sabtu, 22 November 2014

Nothing

Berjalan menuju waktu yang tak diinginkan

Tak akan lama lagi
Dan gelisah menertawaiku
Hal yang sulit adalah melupakan rasa sakit
Aku tau, aku akan hidup dengan kenangan-kenangan tentangmu
Terlalu perih..
Terlalu sakit..
Dikepung rindu untukmu

Aku takut, kau melupakanku..

Minggu, 09 November 2014

Winter,

Seperti seorang wanita paruh baya, sedang khusyu' di balik jendela. Mengamati cucunya di luar sana. Sembari tangannya memintal benang, merajut sebuah syal.
Kiranya masih sempurna ingatannya tentang

Rabu, 17 September 2014

I know

Saya hanya seorang sajidah. Seorang luka. Seorang kecewa. Seorang sakit. Seorang bosan. Seorang kata lampau. Seorang sajidah. Tidak lebih.
Saya hanya seorang yg tak pernah ada, tak bisa selalu ada, di saat2 paling genting apalagi.

Sabtu, 16 November 2013

Jumat, 27 September 2013

Putih.. Nothing

Putih..
Tidak ada kata. Semuanya seakan menguap bersama embun. Yang ia rasa adalah kehampaan di sepanjang pagi. Lalu otaknya runyam sesubuh itu. Pun hatinya yang memang sudah bagai karatan pagar.
Tidak ada yang membuatnya melompat kegirangan seperti berbelas-belas tahun sebelumnya.

Selasa, 06 Agustus 2013

Catatan Yang Tertinggal Selama 40 Senja (5)

>>Senja ke-8, Jum'at yang 'tak ada'
     31 Mei 2013

Merasai suasana yang tak berbahasa.
Merasai bising, merasai asing, merasai sepi.
Bisu tak bernuansa. 
Tapi perasaan itu nyata. Mengembun di atas rumah. 
Ia ingin mengurainya, tapi sudah kukatakan!
Ia tak punya bahasa!!


**********************************************************************************
@atap yang basah
Sepanjang pagi yg percuma. Sy berada d sana, merasai, dan malah diam..Tak bisa mngeluarkan kata

Jumat, 22 Maret 2013

Sabtu, 29 Desember 2012

aksHo



Merasai sepi..
tiba-tiba Q teringat, dan embun rindu itu menetes. dingin, sejuk..


Waktu kini menyuguhkan kenyataan
Menyeruak di tengah bising kehidapan yang kabur
Kawan, malam kian pekat, berselimut gelap
Maka terbentanglah gugusan bintang yang redup
menyisakan rembulan di balik mendung
Asaku hampir tergeletak begitu saja di pojokan hati
Berkata ‘rindu’ 
Namun hanya sanggup memekik 
Tanpa kata, tanpa tangis, tanpa suara
Malam kian merangkak 
Dan mata ini masih saja bertahan dengan lelahnya, embunnya.. 
Lalu ku diam di tengah sepi
terduduk letih pada kenyataan dan perbedaan
yang sekali lagi tlah disugukan sang waktu
percayalah..
melihat mereka di ujung pelupuk
membawaku teringat tentang sketsa ukhuwahmu
tentang kekuatanmu pada genggaman
yang mengisi ruang jemariku
juga tentang senyum berbalut semangat 
yang dulu sering membuka pagiku





Senin,12Nov12 

Teruntai


saat kau mulai datang melewati hampa
lalu aku bertanya tanpa pernah terjawab
pada embun yang mengawali pagi sepi

Jumat, 28 Desember 2012

aBoUt


..Sesuatu tentang takdir
Tak bisa diterka apalagi mau ditengok
Tapi terkadang ada juga yang ingin mengujinya