Karena kita manusia sedang berderet dalam antrian menuju satu pintu yang pasti.. itulah kematian.
Maka lapangkanlah dada2 itu kawan.
Kita tak tau kapan
Maka lapangkanlah dada2 itu kawan.
Kita tak tau kapan
Tempat menampung tulisan Acakacakan. Tidak istimewa malah, hanya tulisan sederhana yang 'biasa'. Lalu setiap spasinya adalah sajak..
Berjalan menuju waktu yang tak diinginkan
Tak akan lama lagi
Dan gelisah menertawaiku
Hal yang sulit adalah melupakan rasa sakit
Aku tau, aku akan hidup dengan kenangan-kenangan tentangmu
Terlalu perih..
Terlalu sakit..
Dikepung rindu untukmu
Aku takut, kau melupakanku..